Julen Lopetegui dari Qatar akan menjalani debutnya sebagai pelatih kepala di Piala Dunia FIFA, dengan tahun 2026 menawarkan kesempatan yang dinanti-nantikan di panggung besar.
-
Lopetegui akan memimpin Qatar di Piala Dunia FIFA 2026
-
Pelatih asal Spanyol ini akan melakukan debutnya di panggung terbesar sepak bola
-
Qatar berada di Grup B bersama Kanada, Swiss, dan pemenang Jalur Play-off Eropa 1
Meskipun memiliki pengalaman luas di sepak bola internasional bersama Spanyol, Julen Lopetegui belum pernah melatih di Piala Dunia FIFA. Ia hampir memimpin La Roja di Rusia pada 2018, namun nasib menolaknya di tahap akhir. Kini, kesempatan itu kembali, kali ini dengan membimbing Qatar.
Berada sekali lagi di ambang turnamen terbesar di dunia, Lopetegui akan berusaha membuktikan bahwa mimpi yang tertunda masih bisa menemukan panggungnya di Piala Dunia FIFA 2026.
Arsitek kebangkitan Spanyol
Tidak mungkin membicarakan kebangkitan Spanyol dalam dekade terakhir tanpa menyebut nama Lopetegui. Dia adalah arsitek yang merombak identitas taktis tim nasional Spanyol di berbagai kelompok usia, meninggalkan jejaknya pada beberapa generasi pemain.
Lopetegui memulai karirnya bersama Federasi Sepak Bola Spanyol sebagai pengembang talenta dan pelatih muda. Antara tahun 2010 dan 2014, ia memimpin tim U-19, U-20, dan U-21 Spanyol, di mana filosofi kepelatihannya mulai berkembang. Selama periode tersebut, ia membawa tim U-19 dan U-21 Spanyol meraih gelar juara Kejuaraan Eropa UEFA pada tahun 2012 dan 2013 masing-masing.
Ketika ia menggantikan Vicente del Bosque sebagai pelatih kepala tim nasional senior pada tahun 2016, ekspektasi sangat tinggi. Lopetegui merespons dengan memimpin rekor tak terkalahkan dalam 20 pertandingan, terdiri dari 14 kemenangan dan enam hasil imbang.
Tantangan menarik bersama Qatar
Setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala Qatar, Lopetegui mengatakan kepada FIFA: “Ini adalah waktu yang tepat dalam karier saya untuk mengambil tanggung jawab memimpin tim nasional ini dan memimpin proyek sepak bola negara ini setidaknya untuk dua tahun ke depan.”
Proyek jangka panjang itulah yang meyakinkan Asosiasi Sepak Bola Qatar untuk mempercayakan pelatih asal Basque tersebut. Tim nasional membutuhkan seorang pembangun, seorang pelatih yang mampu mengembangkan talenta dan mengintegrasikannya ke dalam sistem kompetitif yang mampu menantang tim-tim elit dunia di Amerika Utara.
Tugas ini tidaklah mudah. Qatar terpaksa masuk ke putaran keempat kualifikasi Asia setelah kampanye yang penuh gejolak, dan kegagalan mereka di babak grup pada Piala Arab FIFA baru-baru ini menjadi peringatan bagi dunia sepak bola secara keseluruhan.
Namun, Lopetegui memahami bahwa sepak bola jarang mengikuti skenario yang telah direncanakan. Ambisi untuk bersinar di panggung dunia memiliki kekuatan yang unik. “Prospek bermain di Piala Dunia adalah yang benar-benar memotivasi kami,” katanya.
Perjalanan Qatar menuju 2026
Qatar memulai putaran kedua kualifikasi Asia dengan kuat, memuncaki grup mereka dengan 16 poin dari lima kemenangan dan satu hasil imbang, menciptakan optimisme bahwa jalan menuju Amerika Utara akan lancar. Namun, putaran ketiga menghadirkan ujian yang lebih berat. Ditempatkan dalam grup bersama Iran, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab, Qatar menghadapi persaingan yang sengit.
Kekalahan 3-1 di kandang melawan UEA dan hasil imbang dengan Korea Utara menetapkan nada untuk kampanye yang tidak konsisten. Meskipun kemenangan atas Kyrgyzstan dan Uzbekistan memberikan harapan, kekalahan telak, termasuk kekalahan 4-1 dari Iran dan kekalahan 5-0 dari UEA, membuat Qatar finis di posisi keempat dengan 13 poin, di belakang dua tim yang lolos langsung.
Ditunjuk pada awal Mei 2025, Lopetegui memimpin Qatar menuju putaran keempat yang menentukan, menyadari bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan. Bersama dengan UEA dan Oman, timnya bermain imbang 0-0 dengan Oman sebelum menghadapi pertandingan krusial melawan UEA di Doha pada 14 Oktober 2025.
Pada malam itu, Qatar kembali menemukan semangat yang pernah membuat mereka menjadi juara Asia. Manajemen taktis Lopetegui terbukti menentukan saat Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel mencetak gol sundulan dalam kemenangan 2-1 yang memastikan Qatar lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya melalui kualifikasi.
Pengalaman pertama di Piala Dunia
Bagi Lopetegui, turnamen 2026 mewakili babak yang unik, Piala Dunia pertamanya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga terjadi di tengah sorotan publik akibat hasil yang tidak konsisten dari Qatar dalam beberapa waktu terakhir.
Piala Dunia, bagaimanapun, adalah kompetisi yang tak tertandingi. Qatar akan bertekad untuk menghapus kenangan buruk penampilan mereka di kandang sendiri empat tahun lalu dan meraih kemenangan pertama mereka di final dunia.
Undian telah menempatkan mereka di Grup B bersama Swiss, Kanada, dan pemenang Play-off Eropa Jalur 1, sebuah grup yang memberikan peluang nyata bagi Al Annabi untuk mencatat sejarah dan lolos ke babak gugur. Pengalaman Lopetegui, hasratnya untuk membuktikan diri, dan skuad yang diisi talenta-talenta menonjol memberikan Qatar keyakinan baru, meskipun ada keraguan baru-baru ini.
Sejarah menunjukkan bahwa pelatih hebat sering kali bersinar di bawah tekanan. Lopetegui, yang menjadi sorotan dunia, akan berusaha membuktikan bahwa kualifikasi Qatar bukanlah kebetulan, dan bahwa absennya dia dari bangku cadangan di Rusia hanyalah penundaan dari kisah Piala Dunia yang masih menunggu untuk diceritakan sepenuhnya.
