Ouahbi Gantikan Regragui sebagai Pelatih Timnas Maroko

Mohamed Ouahbi menggantikan Walid Regragui, yang telah menorehkan sejarah, sebagai pelatih timnas Maroko menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
FIFA

  • Ouahbi ditunjuk sebagai pelatih timnas Maroko tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026

  • Regragui membawa Atlas Lions finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2022 di Qatar

  • Maroko akan menghadapi Brasil, Haiti, dan Skotlandia Juni nanti

Mohamed Ouahbi menggantikan Walid Regragui sebagai pelatih kepala timnas Maroko hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia FIFA 2026.

Pelatih berusia 49 tahun kelahiran Belgia ini akan bertugas memimpin Maroko di Piala Dunia 2026, saat Atlas Lions tergabung dalam Grup C bersama Brasil, Haiti, dan Skotlandia.

Ouahbi menorehkan namanya di kancah internasional tahun lalu dengan memenangkan Piala Dunia U-20 FIFA 2025. Di Cile, Atlas Cubs asuhannya berhasil mengalahkan Argentina 2-0 di final, dengan dua anak didiknya, Othmane Maamma dan Yassir Zabiri, masing-masing meraih Bola Emas dan Bola Perak adidas. Ouahbi juga pernah melatih di pusat pelatihan RSC Anderlecht dan ia memenangkan Kejuaraan Belgia U-17 pada tahun 2018.

RANCAGUA, CHILE - OCTOBER 12: Mohamed Ouahbi, Head Coach of Morocco, celebrates with Othmane Maamma and Saad El Haddad of Morocco after winning the FIFA U-20 World Cup Chile 2025 quarter-final match between United States and Morocco at Estadio El Teniente on October 12, 2025 in Rancagua, Chile. (Photo by Marcelo Hernandez - FIFA/FIFA via Getty Images)

Hari ini, saat saya mengambil tanggung jawab memimpin tim nasional, saya menyadari harapan yang ditempatkan pada saya dan merasa sangat terhormat,” kata Ouahbi dalam konferensi pers. “Saya benar-benar berkomitmen untuk bekerja dengan dedikasi, kerendahan hati, keteguhan hati, dan di atas segalanya, rasa patriotisme yang besar untuk terus meningkatkan tim ini, karena tim ini telah membuat kemajuan yang luar biasa. Dan karena ini adalah tim muda, saya yakin tim ini masih bisa berkembang banyak dan membuat rakyat Maroko bangga dengan tim nasional mereka.

“Saya juga ingin mengakhiri dengan mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya kepada Walid Regragui, pertama sebagai sesama warga Maroko, atas segala yang telah Anda berikan kepada kami. Dan juga sebagai pelatih U-20, atas dukungan Anda selama empat tahun terakhir, nasihat Anda, dorongan Anda, dan kedekatan Anda, meskipun Anda tidak diwajibkan untuk begitu dekat dengan para pemain tim nasional muda. Dan sebagai pelatih, terima kasih atas warisan yang Anda tinggalkan bagi kami hari ini.”

Regragui, 50 tahun, telah memimpin tim sejak 2022, setelah ditunjuk tak lama setelah memenangkan Liga Champions CAF bersama Wydad.

Dia memimpin periode persiapan yang intensif untuk mempersiapkan timnya menghadapi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dan berhasil memimpin Maroko dalam kampanye bersejarah di turnamen tersebut. The Atlas Lions menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia, dengan tim Regragui mengalahkan Belgia, Spanyol, dan Portugal selama perjalanan yang tak terlupakan. Mereka kalah dari Prancis di semifinal sebelum dikalahkan oleh Kroasia dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Di bawah kepemimpinan Regragui, Maroko juga finis sebagai runner-up di Piala Afrika CAF 2025, di mana mereka dikalahkan oleh Senegal di final.

Dalam kualifikasi Afrika untuk Piala Dunia 2026, Maroko meraih delapan kemenangan dari delapan pertandingan untuk memastikan tiket mereka ke Amerika Utara. Secara total, masa jabatan Regragui mencakup 49 pertandingan, di mana Maroko mencatat 36 kemenangan, delapan imbang, dan lima kekalahan.

RABAT, MOROCCO - JANUARY 18: Morocco national team players pose for a commemorative photo ahead of the 35th Africa Cup of Nations (AFCON 2025) final match between Morocco and Senegal at the Prince Moulay Abdellah Stadium in the capital Rabat, Morocco on January 18, 2026. (Photo by Abu Adem Muhammed/Anadolu via Getty Images)

“Hari ini, keputusan saya untuk pergi merupakan bagian dari evolusi tim,” kata Regragui. “Keputusan ini bukanlah sebuah penyerahan, justru sebaliknya, melainkan pilihan yang matang demi kebaikan negara kita dan sepak bola kita. Hari ini, saya meninggalkan tim yang kuat yang tahu nilainya dan tidak lagi takut untuk mengejar ambisinya. Ini adalah tim yang bebas dan tidak lagi takut untuk menghadapi yang terbaik.

“Dan terakhir, tentu saja, para pendukung. Dukungan dan energi kalian tak ternilai harganya. Di setiap pertandingan, kalian membawa kami; kalian adalah pemain ke-12 kami. Saya meninggalkan para pendukung yang ambisius dan menuntut, tetapi harapan mereka sah. Kini, setiap pendukung Maroko mengharapkan yang terbaik dari tim ini, dan itu wajar. Saya meninggalkan posisi ini dengan loyalitas, rasa syukur, dan kebanggaan telah melayani negara saya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *