Bagaimana Performa Negara-negara Asia di Babak Play-off

Irak berupaya menjadi negara AFC ketiga berturut-turut yang lolos dari babak play-off saat mereka menghadapi Bolivia pada hari Selasa.

FIFA
  • Irak berhadapan dengan Bolivia di final Turnamen Play-off FIFA pada hari Selasa

  • Jika berhasil, sembilan negara anggota AFC akan berlaga di Piala Dunia FIFA mendatang

  • Rekor negara-negara Asia dalam pertandingan play-off selama ini cukup beragam

Pada Selasa malam di Monterrey, the Lions of Mesopotamia tidak hanya akan membawa harapan 46 juta warga Irak, tetapi juga harapan seluruh benua Asia. Jika mereka berhasil mengalahkan Bolivia di final Turnamen Play-Off FIFA, hal itu akan memastikan slot ke-9 bagi AFC, sebuah rekor di Piala Dunia FIFA 2026 mendatang.

Dalam berbagai bentuk, keterlibatan Asia dalam Piala Dunia FIFA sudah ada sejak awal mula turnamen ini. Untuk edisi perdana pada tahun 1930, dua anggota konfederasi yang berafiliasi, Jepang dan Siam (sekarang Thailand), diundang untuk berpartisipasi (pada satu-satunya edisi tanpa kualifikasi), tetapi memilih untuk tidak ikut serta karena biaya perjalanan dan biaya lain yang sangat mahal.

Pada tahun 1938, Hindia Belanda (sekarang Indonesia) menjadi negara Asia pertama yang tampil di ajang bergengsi global tersebut, meskipun mereka melakukannya tanpa harus memainkan pertandingan kualifikasi setelah dua lawan mereka, Jepang dan Amerika Serikat, mengundurkan diri dari pertandingan pendahuluan tersebut.

Sejumlah besar tim yang mundur dari babak kualifikasi 1950 membuat India mendapatkan satu-satunya slot yang disediakan untuk negara-negara Asia, meskipun mereka menolak untuk berpartisipasi dalam turnamen utama. Hal itu berarti bahwa baru pada 14 Maret 1954, dua bulan sebelum pembentukan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), sebuah negara Asia untuk pertama kalinya lolos berdasarkan prestasi, ketika Korea Selatan mengalahkan Jepang dalam dua leg di Tokyo.

Baru menjelang Piala Dunia Swedia 1958, sebuah anggota AFC tampil untuk pertama kalinya dalam babak play-off, saat Israel (kini bagian dari UEFA) kalah 4-0 dari Wales dalam dua leg. Empat tahun kemudian, Korea Selatan tak berdaya melawan tim Yugoslavia yang menghancurkan mereka dengan skor agregat 8-2 dalam play-off UEFA-AFC.

Selama tiga dekade berikutnya, AFC memiliki slot langsung tersendiri atau slot bersama sebagai bagian dari fase kualifikasi yang lebih besar bersama negara-negara dari Afrika dan Oseania. Artinya, baru pada kualifikasi Piala Dunia Prancis 1998 wilayah ini kembali tampil dalam pertandingan play-off.

Pada kesempatan itu, Iran meraih kemenangan dramatis atas Australia, yang kelak menjadi sesama anggota AFC, dengan Graham Arnold (kini pelatih Irak) sebagai bagian dari skuad, di mana Team Melli lolos berkat aturan gol tandang setelah imbang 3-3 secara agregat. Nasib berbalik empat tahun kemudian saat Iran gagal membalikkan kekalahan di leg pertama dan kalah 2-1 secara agregat dari Irlandia.

(AUSTRALIA OUT) Graham Arnold during the Australia vs Iran match, World Cup, 29 November 1997. SMH Picture by TIM CLAYTON (Photo by Fairfax Media via Getty Images/Fairfax Media via Getty Images via Getty Images)

Bahrain mengalami kekecewaan beruntun setelah kalah tipis dari Trinidad dan Tobago, lalu Selandia Baru, masing-masing pada babak play-off tahun 2006 dan 2010.

Setelah sebelumnya dipasangkan dengan negara-negara dari UEFA, Concacaf, dan kemudian OFC dalam tiga babak play-off sebelumnya, untuk Piala Dunia 2014 di Brasil, Asia harus menghadapi lawan dari CONMEBOL. Tren kegagalan itu berlanjut di sana saat Uruguay mengalahkan Yordania dengan agregat 5-0.

Ringkasan

Sukses

Prancis 1998 | Iran: Mengalahkan Australia berkat keunggulan gol tandang setelah imbang 3-3 secara agregat

Rusia 2018 | Australia: Mengalahkan Honduras 3-1 secara agregat

Qatar 2022 | Australia: Mengalahkan Peru melalui adu penalti setelah imbang 0-0 dalam pertandingan satu leg

Craig Moore of the Socceroos follows Ali Daei of Iran during a France 1998 play-off match

Gagal

Swedia 1958 | Israel: Kalah 4-0 secara agregat dari Wales

Cile 1962 | Korea Selatan: Kalah 8-2 secara agregat dari Yugoslavia

Korea/Jepang 2002 | Iran: Kalah 2-1 secara agregat dari Irlandia

Jerman 2006 | Bahrain: Kalah 2-1 secara agregat dari Trinidad dan Tobago

Afrika Selatan 2010 | Bahrain: Kalah 1-0 secara agregat melawan Selandia Baru

Brasil 2014 | Yordania: Kalah secara agregat 5-0 dari Uruguay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *