Kiper Jepang, Zion Suzuki, percaya bahwa Samurai Blue berada di jalur menuju kesuksesan di Piala Dunia 2026 setelah kemenangan 4-0 atas Tunisia.
Kemenangan pertama Jepang di Piala Dunia FIFA 2026 telah menempatkan mereka di jalur yang tepat, menurut kiper Zion Suzuki, sementara Junnosuke Suzuki yakin Samurai Blue memiliki kemampuan untuk melangkah hingga akhir turnamen.
Dua pertandingan, enam gol, empat poin, dan rangkaian penampilan impresif — itulah yang telah ditunjukkan Jepang sejauh ini di Piala Dunia FIFA 2026.
Samurai Blue menegaskan ambisi mereka untuk bersaing dengan para unggulan turnamen dan memperebutkan trofi terbesar di sepak bola dunia. Ambisi Jepang untuk mencetak sejarah di putaran final tahun ini bukanlah rahasia.
Sejumlah pemain, bersama pelatih Hajime Moriyasu, secara terbuka telah menyampaikan keinginan mereka untuk membawa tim melangkah lebih jauh dari sebelumnya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Kiper Zion Suzuki, yang bermain di Italia di level klub dan tampil konsisten sepanjang musim ini, menjalani malam yang relatif tenang saat Jepang mendominasi Tunisia dalam kemenangan 4-0 di Estadio Monterrey. Menurutnya, hasil tersebut semakin menempatkan Jepang di jalur yang tepat untuk mencapai target mereka.
Berbicara kepada FIFA setelah pertandingan, Suzuki ditanya apakah Jepang kini berada di jalur yang benar untuk mewujudkan ambisi mereka mencetak sejarah di Amerika Utara.
“Tentu saja. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target yang telah kami tetapkan,” katanya. “Kami memang tidak berhasil memenangkan pertandingan pertama, tetapi kami meraih satu poin melawan Belanda, dan hari ini kami menambah tiga poin lagi.
“Sekarang kami memiliki total empat poin, tetapi masih ada satu pertandingan fase grup yang harus dimainkan. Kami ingin meraih tiga poin lagi dan kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan terakhir itu.”
Sementara itu, Junnosuke Suzuki juga berbicara kepada FIFA mengenai target Jepang untuk mengangkat trofi juara, sekaligus mengungkapkan kegembiraannya setelah menjalani debut di Piala Dunia FIFA sebagai pemain pengganti.
“Saya sangat senang kami menang, dan saya juga gembira bisa menjalani penampilan pertama saya di Piala Dunia,” kata pemain berusia 22 tahun itu. “Target kami sebagai tim adalah menjadi juara. Namun untuk saat ini, kami hanya ingin menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan, memenangkan laga berikutnya, lalu fokus ke pertandingan setelahnya. Begitulah cara kami terus melangkah maju, selangkah demi selangkah.”
Jepang menampilkan permainan dominan melawan Tunisia sejak peluit awal dibunyikan. Daichi Kamada memberikan awal sempurna bagi timnya dengan mencetak gol pada menit keempat — gol tercepat yang pernah dicetak Jepang di Piala Dunia — yang menjadi penentu arah menuju kemenangan yang nyaman.
“Itu pertandingan yang sangat bagus,” kata Zion Suzuki. “Kami bermain sangat baik hari ini. Kami ingin meraih tiga poin penuh dan mencatatkan nirbobol, dan kami berhasil melakukannya.”
Sang kiper juga menjelaskan mengapa menurutnya kemenangan tersebut sangat mengesankan.
“Kami sudah tahu sebelum pertandingan bahwa laga ini akan sangat sulit karena Tunisia kalah dari Swedia dan pasti ingin bangkit.”
“Mereka juga mengganti pelatih, jadi sangat sulit untuk memprediksi bagaimana mereka akan bermain. Tapi kami mempersiapkan diri dengan sangat baik. Tentu saja kami ingin mencetak gol lebih dulu, dan setelah itu kami tetap fokus serta menutup ruang sampai peluit akhir. Kami tampil dengan sangat baik.
”Kemenangan besar Jepang bukan hanya berkesan bagi tim, tetapi juga bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Laga melawan Tunisia tersebut merupakan pertandingan ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
“Ini hari yang spesial untuk FIFA dan sepak bola di seluruh dunia,” kata Suzuki. “Saya senang bisa berada di lapangan dalam pertandingan bersejarah seperti ini. Ini juga penampilan kedua saya di Piala Dunia, jadi momen ini terasa semakin istimewa.
”Jepang akan menghadapi Swedia di Dallas Stadium pada Kamis 25 Juni. Saat ini mereka berada di posisi kedua Grup F di bawah Belanda berdasarkan selisih gol, dengan kedua tim memiliki poin, rekor head-to-head, dan selisih gol yang sama.
