Doan: Orang-orang bergantung padaku

Penyerang andalan Jepang ini berbicara tentang kejutan di Piala Dunia, ekspektasi, dan bagaimana ia menerima peran sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan untuk Hajime Moriyasu.

Ritsu Doan dari Jepang beraksi selama pertandingan persahabatan internasional.
  • Ritsu Doan telah muncul sebagai ancaman kreatif utama bagi tim raksasa AFC, Jepang.

  • Memainkan peran kunci saat negara tersebut mengalahkan Jerman dan Spanyol di Qatar 2022.

  • Ia menerima posisinya sebagai salah satu talenta yang mampu mengubah peta persaingan di Jepang.

Menjelang Piala Dunia FIFA Qatar 2022™ di grup yang berisi dua dari tiga juara sebelumnya, hanya sedikit yang memberi Jepang harapan untuk melaju di atas Jerman dan Spanyol. Namun setelah dua minggu yang tak terlupakan, mereka tidak hanya lolos, tetapi juga menjadi juara grup, setelah mengalahkan kedua lawan tangguh mereka dengan skor yang sama, 2-1.

Kunci dari hasil mengejutkan tersebut adalah gol-gol Ritsu Doan, yang masuk sebagai pemain pengganti di kedua pertandingan untuk menyamakan kedudukan bagi negaranya. Kini berbasis di Jerman, tempat ia bermain untuk Eintracht Frankfurt, pemain berusia 27 tahun itu tidak ragu-ragu menyebutkan gol mana yang menjadi favoritnya.

DOHA, QATAR - 23 November: Ritsu Doan dari Jepang merayakan setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Grup E Piala Dunia FIFA Qatar 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa pada 23 November 2022 di Doha, Qatar. (Foto oleh David Ramos - FIFA/FIFA via Getty Images)

Meskipun Jepang kalah adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar, hasil melawan tim-tim raksasa dunia tersebut telah memperkuat kepercayaan diri bangsa dan membuat negara lain memandang mereka sebagai pemain serius di panggung terbesar olahraga ini.

Dengan Hajime Moriyasu sekali lagi memimpin, Jepang melaju mulus melalui kualifikasi AFC dan menjadi negara non-tuan rumah pertama yang lolos ke Amerika Utara. Kunci keberhasilan ini adalah pengalaman banyak pemain yang kini bermain di beberapa liga terbesar Eropa, termasuk Doan yang telah sembilan tahun bermain di luar negeri setelah pindah dari Gamba Osaka.

Sebagai salah satu bintang Jepang yang paling lama berkiprah di Eropa, ia sangat menyadari manfaat yang bisa didapatkan dari bermain di lingkungan yang sangat kompetitif di level klub bagi tim nasional.

DOHA, QATAR - 23 NOVEMBER: Ritsu Doan dari Jepang mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Grup E Piala Dunia FIFA Qatar 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa pada 23 November 2022 di Doha, Qatar. (Foto oleh Robert Cianflone/Getty Images)

“Ada beberapa pemain yang sedang dalam performa bagus, ada juga yang kurang bagus, tetapi yang jauh lebih penting adalah memiliki pemain yang telah menguji diri mereka sendiri dan memiliki tekad yang muncul dari hal itu. Memiliki begitu banyak pemain seperti itu di tempat yang sama merupakan aset besar bagi kami,” katanya.

“Fakta bahwa banyak pemain kami sekarang bermain di Eropa adalah sesuatu yang meningkatkan standar tim ke tingkat global. Banyak dari kami bermain di Liga Champions dan Liga Europa, dan itu menandai langkah maju yang besar bagi sepak bola Jepang.”

Doan sendiri telah memulai tantangan baru musim ini bersama Frankfurt, setelah pindah dari klub Jerman lainnya, SC Freiburg, di luar musim kompetisi. Seperti yang ia jelaskan kepada FIFA , ini adalah langkah lain dalam perjalanan penemuan diri di mana ia belajar untuk menerima dan beradaptasi dengan budaya sepak bola yang sangat berbeda dari budaya yang ia kenal sejak kecil di Jepang.

“Pengalaman ini membantu saya untuk menghargai tidak hanya pentingnya kerja sama dan kekuatan persatuan yang kita miliki dengan Jepang, tetapi juga keterampilan individu yang dibutuhkan di [klub seperti] Frankfurt. Saya bersyukur atas pengalaman bermain dengan tim yang berbeda. Ini memberi saya kesempatan untuk membandingkan mereka dan melihat mereka dari perspektif yang berbeda.”

Ritsu Doan dari Eintracht Frankfurt memperhatikan jalannya pertandingan Bundesliga.

Dengan edisi Piala Dunia FIFA™ berikutnya yang hanya tinggal empat bulan lagi, Doan telah berkembang dari seorang talenta muda menjadi salah satu bintang paling bersinar di negaranya. Alih-alih menghindari status tersebut, ia justru ingin merangkulnya saat Jepang bersiap menghadapi grup yang berisi Belanda, Tunisia, dan satu tim kualifikasi Eropa yang belum ditentukan.

“Tidak peduli berapa pun usia Anda, ada kepercayaan dari pelatih dan dari seluruh tim. Saya merasa akan mampu terus berkembang, dan memasuki Piala Dunia dengan semangat yang tidak saya miliki pada kesempatan sebelumnya.”

“Saya merasa bahwa orang-orang bergantung pada saya, jadi tentu saja performa saya sendiri sangat penting. Saya ingin menjadi tipe pemain yang membuat timnya menjadi tim yang menang,” jelas Doan.

TOYOTA, JEPANG - 14 NOVEMBER: Ritsu Doan dari Jepang (kedua dari kiri) merayakan bersama rekan satu tim setelah mencetak gol kedua tim selama pertandingan persahabatan internasional antara Jepang dan Ghana di Stadion Toyota pada 14 November 2025 di Toyota, Aichi, Jepang. (Foto oleh Toru Hanai/Getty Images)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *