Nama-nama seperti Pau Cubarsi, Lennart Karl, dan Franco Mastantuono ada dalam daftar ini saat kita melihat sepuluh remaja yang berharap dapat bermain di putaran final dunia untuk pertama kalinya.

-
Piala Dunia FIFA 2026 akan dimulai pada 11 Juni
-
Sejumlah bintang remaja siap memeriahkan putaran final global pertama mereka
-
Diomande, Estevao, Mbaye dan Yamal termasuk di antaranya
Dari petualangan Pele di Swedia hingga laga perdana Lionel Messi di Jerman, Piala Dunia FIFA kerap menjadi panggung subur bagi para remaja untuk memperkenalkan diri kepada dunia.
Di sini, kami menyoroti sepuluh bintang remaja yang berharap dapat mengikuti jejak mereka dan tampil bersinar pada debut putaran final mereka akhir tahun ini.
Luke Brooke-Smith
Selandia Baru
All Whites kembali melaju ke putaran final dunia untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, dengan skuad yang dipimpin oleh sejumlah pemain berpengalaman.
Namun, di antara mereka terdapat penyerang muda menjanjikan Brooke-Smith. Pemain berusia 17 tahun itu melakoni debut bersama Selandia Baru saat menghadapi Australia pada September lalu. Pemain Wellington Phoenix tersebut, yang juga membela tim nasional di Piala Dunia U-20 FIFA Cile 2025, dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan menggiring bola yang mumpuni, serta berpotensi menjadi opsi wildcard ideal bagi pelatih Darren Bazeley.
Pau Cubarsi
Spanyol
Hanya dalam waktu dua tahun, bek tengah Cubarsi berkembang dari pendatang baru di Barcelona menjadi salah satu bek terbaik di Eropa serta sosok andalan bagi klub dan negara.
Pemain berusia 18 tahun itu, sebagaimana diduga, memiliki kualitas teknik yang sangat mumpuni saat menguasai bola, sementara kemampuan membaca permainannya jauh melampaui usianya yang masih belia. Ia telah menjadi bintang dalam keberhasilan meraih medali emas Olimpiade, dan kini berharap dapat kembali berdiri di podium tertinggi pada ajang berikutnya di Amerika Utara.
Yan Diomande
Pantai Gading
Ini menjadi tahun yang penuh dinamika bagi penyerang Pantai Gading, Diomande. Ia melakoni debut bersama Leganes pada Maret 2025 dan tampil cukup impresif hingga mengamankan kepindahan ke RB Leipzig pada Juli, tempat pemain berusia 19 tahun itu langsung meledak.
Hingga artikel ini ditulis, ia telah mencatatkan kontribusi pada 11 gol dari 16 pertandingan, termasuk torehan hat-trick melawan Frankfurt bulan lalu. Performa tersebut membawanya meraih panggilan perdana ke tim nasional senior Pantai Gading, di mana ia turut membantu negaranya lolos ke Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, sekaligus menembus perempat final Piala Afrika.
Estevao
Brasil
Dalam 18 bulan terakhir, Estevao berkembang menjadi nama yang dikenal luas, dengan sang penyerang sayap telah menjadi bagian penuh dari tim nasional Brasil dan tampil impresif di panggung Eropa maupun global.
Setelah memukau bersama Palmeiras pada FIFA Club World Cup tahun lalu, pemain berusia 18 tahun itu akhirnya mewujudkan kepindahan yang telah lama dinantikan ke Chelsea, yang sebelumnya telah disepakati setahun lebih awal. Sejak bergabung di West London, ia telah berkontribusi pada tujuh gol dari 26 pertandingan hingga artikel ini ditulis, serta mencetak empat gol dalam dua pemusatan latihan terakhir tim nasional Brasil.
Lennart Karl
Jerman
Sensasi berusia 17 tahun ini baru menjalani debutnya bersama Bayern Munich di FIFA Club World Cup saat kemenangan telak 10-0 atas Auckland City, namun ia sudah menjelma menjadi sosok yang tak tergantikan di lini depan tim Bavaria.
Karl dianugerahi flair, kecepatan kaki, serta naluri mencetak gol yang tajam, dan mampu beroperasi baik sebagai gelandang serang maupun dari sisi kanan. Meski belum mendapatkan panggilan ke tim nasional senior Jerman, performanya yang luar biasa berpotensi terlalu sulit untuk diabaikan oleh Julian Nagelsmann.
Franco Mastantuono
Argentina
Mengingat kuatnya opsi penyerang yang dimiliki Real Madrid, banyak pihak meyakini musim debut Mastantuono di La Liga akan menjadi masa transisi. Namun, kenyataannya pemain berusia 18 tahun itu justru menjelma sebagai salah satu roda penting dalam susunan permainan Madrid.
Sebelum mengalami cedera pada awal November, ia tampil di semua kecuali dua pertandingan liga Los Blancos, serta mencetak gol liga pertamanya dalam kemenangan 4-1 atas Levante. Pemain sayap tersebut, yang melakoni debut bersama Argentina dalam kemenangan 1-0 pada laga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 melawan Cile pada Juni lalu, kini telah mengoleksi tiga penampilan internasional dan berada dalam posisi ideal untuk membantu tim asuhan Lionel Scaloni mempertahankan gelar mereka.
Gilberto Mora
Meksiko
Tenang dalam penguasaan bola, piawai mengalirkan permainan, serta memiliki naluri gol yang tajam, tidak mengherankan bila gelandang andalan Mora berhasil mencuri perhatian baik di level domestik maupun internasional.
Setelah menembus tim utama Club Tijuana pada usia 15 tahun, Mora dengan cepat melakoni debut bersama Meksiko dan menjadi pemain termuda yang menjuarai turnamen internasional level senior ketika El Tri mengangkat trofi Piala Emas CONCACAF pada Juli lalu. Penampilan gemilang lainnya di Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun yang sama kian membangkitkan antusiasme para pendukung Meksiko, yang dengan wajar meyakini bahwa mereka tengah memiliki calon superstar di tangan mereka.
Ibrahim Mbaye
Senegal
Dengan mencetak gol dalam kemenangan Senegal pada babak 16 besar atas Sudan di Piala Afrika CAF awal bulan ini, Mbaye menjadi pencetak gol termuda di fase gugur turnamen tersebut pada abad ini, sekaligus yang termuda dalam sejarah partisipasi Senegal di ajang tersebut. Pencapaian itu hanyalah penegasan terbaru atas potensi besar yang dimiliki pemain sayap tersebut.
Bintang Paris Saint-Germain itu memiliki kemampuan dribel dan duel satu lawan satu yang luar biasa, sementara kreativitasnya paling nyata terlihat lewat dua assist yang ia sumbangkan dalam kemenangan 3-2 PSG atas Metz bulan lalu. Dengan Sadio Mane yang akan genap berusia 34 tahun pada April, Mbaye tampak siap menjadi penerus tahtanya.
Kendry Paez
Ekuador
Playmaker bertubuh mungil Paez telah lama dianggap sebagai talenta besar berikutnya yang lahir dari sepak bola Ekuador, dan kiprahnya di awal karier bersama La Tri sama sekali tidak mengurangi label tersebut.
Telah mencatatkan 23 penampilan internasional, Paez tampil memukau sepanjang kualifikasi menuju putaran final ini dan, lewat golnya ke gawang Bolivia pada Oktober 2023, ia menjadi pemain Amerika Selatan termuda yang mencetak gol di kualifikasi Piala Dunia pada usia baru 16 tahun. Terdaftar sebagai pemain Chelsea, ia tampil impresif selama masa peminjaman bersama klub Prancis, Strasburg, dan akan berambisi membawa performa tersebut ke putaran final tingkat global.
Ryunosuke Sato
Jepang
Skuad Jepang dipenuhi oleh berbagai opsi menarik yang bermain di berbagai penjuru dunia. Perkembangan pesat yang ditunjukkan talenta FC Tokyo, Sato, dalam 12 bulan terakhir membuat pemain berusia 19 tahun itu berhasil memaksakan diri masuk dalam persaingan tersebut.
Sebagai ancaman serbabisa yang mampu beroperasi di berbagai peran, ia menghabiskan musim lalu dengan status pinjaman di sesama klub J1, Fagiano Okayama, dan lebih sering tampil sebagai wing-back. Dalam peran tersebut, ia memainkan peran kunci dalam membantu tim promosi itu finis di papan tengah. Ia mencetak enam gol dari 28 penampilan serta menuai banyak pujian berkat kemampuan dribel yang kuat dan kepercayaan diri untuk bermain dengan kedua kaki.
Lamine Yamal
Spanyol
Setelah menghabiskan dua setengah tahun terakhir meneror para bek sayap di seluruh Eropa serta membuat para pendukung Barcelona dan Spanyol berdiri memberikan tepuk tangan, mudah untuk melupakan bahwa winger superstar Yamal masih berusia 18 tahun.
Ia baru akan merayakan ulang tahun berikutnya pada 13 Juliāenam hari sebelum final Piala Dunia FIFA 2026. Remaja bertalenta luar biasa itu tanpa diragukan telah menandai tanggal tersebut di kalendernya, seiring ambisinya untuk menjadi pemain pertama yang mampu menjuarai Kejuaraan Eropa UEFA dan Piala Dunia FIFA sebelum genap berusia 20 tahun.
